Memilih Investasi Perak Yang Tepat Untuk Anda

Sudahkah Anda Berinvestasi Hari ini. Di Banyak negara di belahan dunia lain, perak dalam bentuk fisik maupun transaksi berjangka telah menjadi bagian dari pilihan investasi yang umum di masyarakat selain jenis logam mulia lainnya seperti Platinum dan Palladium. Karena selain terjangkau, fakta kenaikan nilainya juga lebih tinggi daripada emas.

Johnshon-Matthey-Silver-Bar

Masyarakat Indonesia memang terlalu menganak tirikan perak, padahal logam mulia sendiri terdiri dari perak, emas, platinum dan paladium. Jika telah kita putuskan untuk memulai investasi logam mulia dalam bentuk perak, bentuk perak seperti apa yang kita pilih? Mari kita urai satu persatu.

1. Koin perak dan perak batangan impor/ produksi dalam dan luar negeri

Setiap negara mempunyai ciri khas produksi koin perak dan perak batangan. Beberapa bahkan sangat terkenal karena detil yang sangat indah maupun karena variasinya seperti PAMP Silver produks Swiss, American Cougar dan American Silver produksi Amerika dan juga aneka tipe Koala Silver dan Platypus Silver produksi Perth Mint Australia.

Ada beberapa tipe dari produk perak luar negeri ini yaitu

a. Cetakan “Collectible” yaitu perak yang dicetak terbatas dan biasanya diterbitkan karena berhubungan dengan peristiwa tertentu atau dihubungkan dengan sejarah tertentu, misalkan cetakan edisi kunjungan wisata, edisi tahun Cina (lunar year), edisi olimpiade atau piala dunia. Karena dicetak terbatas maka harganya biasanya mahal. Fungsinya lebih untuk barang koleksi, bukan investasi. Meski demikian, nilainya juga naik fantastis seiring kelangkaan dan usianya.

b. Cetakan massal, yaitu produksi masal yang terus diproduksi dalam jumlah banyak dengan harga standar. Misalkan Morgan Silver USA, Scottsdale Silver USA, Canadian Mapple Silver, Lady Fortune Silver produksi PAMP Suisse, Buffalo Silver USA dan Australian Rabbit Silver.

2. Koin perak Dirham produksi PT Antam dan PERURI dan Islamic Mint Nusantara

Dirham adalah perak murni dengan berat 2,975gram mengikut standar uang kenabian adalah bentuk paling standar dan banyak beredar. Memiliki harga jual dan harga beli yang standar dan dicetak oleh institusi resmi di Indonesia yaitu PT Antam dan PERURI. Karena bentuknya yang standard, maka fungsi Dirham adalah sepenuhnya sebagai alat penyimpan kekayaan/ harta atau proteksi, juga sebagai alat tukar. Inilah pilihan paling mudah bagi para investor pengguna perak sebagai investasi di Indonesia. Selain itu ada dirham dengan standar berbeda 3.11 gram yaitu milik Islamic Mint Nusantara. Walaupun standar ini berbeda akan tetapi nantinya standar 3.11 lebih acceptable di tukar dengan koin-koin import yang sudah terkenal dnegan berat 1 troy ounce 3.11 Gram

3. Perak ‘scrap’ dan bongkahan

Perak bentuk ini adalah hasil olahan dan ‘cucian‘ dari campuran dengan logam lain (biasanya pada perangkat elektronika dan rekaman) yang kemudian disatukan berbentuk bongkah. Perak jenis ini lebih cocok untuk dijual kembali ke industri maupun ke perajin perhiasan dan tidak dikenal sebagai alat simpan kekayaan atau investasi individual.

4. Perak perhiasan

Perak perhiasan, sebagaimana emas perhiasan, adalah alokasi terbesar cadangan logam mulia di muka bumi. Di Indonesia demikian pula. Banyak perajin tradisional hingga industri perhiasan canggih yang indah dengan pasar dalam hingga luar negeri. Dalam pengelohannya, perak biasanya menjadi bahan dasar perhiasan karena karakter logamnya yang sangat kuat dan ‘adaptif’ untuk digabung dengan logam lain. Untuk memperindahnya, perak perhiasan diukir dan ditatah dengan berlian, ditambah juga dengan batu perhiasan seperti ruby atau pearl. Pada saat finishing, perak akan dilapis dengan logam lain (misalkan emas) untuk memberi efek warna atau kemilau tertentu dan memperkuat penampilannya lebih tahan lama.

Di Sadur dan Bersumber dari Blog Endy J Kurniawan

Share