Peran Perak Antara Komoditas Industri dan Alat Investasi

Investasi Perak – Tahukah Anda bahwa demand industri untuk perak mencapai 43% dari total demand-nya, serta industri sekaligus juga merupakan areal pertumbuhan demand terbesar untuk perak?  Porsi industri untuk komoditas perak ini memang mengalami pertumbuhan sekitar 2% per tahun.

Perak-Batangan--Murah-Indonesia

Penting untuk memahami bahwa dalam hampir semua kasus, jumlah perak yang digunakan dalam ponsel, komputer laptop, otomotif, atau peralatan rumah tangga seperti microwave oven sangatlah kecil sehingga tidak akan didaur ulang. Untuk segala tujuan yang bersifat praktis, perak yang digunakan di dalamnya akan habis dipakai.

Jenis demand tersebut oleh ekonom diistilahkan sebagai “price-inelastic”. Jumlah kecil perak yang digunakan membuatnya menjadi faktor yang tidak signifikan bagi harga produknya. Selain itu juga, karena harga perak memiliki hubungan yang sangat minim dengan biaya produk jadi, maka perannya benar-benar tidak tergantikan.

Jika harga perak menembus ke atas level $100 per ons, maka satu-satunya pengganti yang mungkin untuk perak adalah palladium atau platinum, yang keduanya bernilai puluhan kali lipat di atas harga perak.

Selain itu, karena sebagian besar perak dihasilkan sebagai produk sampingan dari komoditas pertambangan terkemuka, seperti timah, seng, tembaga dan emas, maka hanya sedikit insentif bagi penambang logam dasar untuk meningkatkan produksi mereka karena perak yang dihasilkan tidak instrumental untuk bisnis mereka.

Juga perlu diingat bahwa semakin banyak investor membeli perak fisik dari tahun ke tahun. Namun mereka hanya sebagian kecil dari sedikit populasi investor. Meskipun pada tahun 2011 telah terjual 40 juta unit perak (Silver Eagles), namun dibandingkan dengan populasi AS perbandingannya hanya 1 koin untuk 8 orang warga AS.

Cadangan perak juga terbatas. Menurut data Geological Survey AS, secara waktu hanya tersisa beberapa tahun ini saja untuk menambang perak di AS, lebih pendek dari logam mulia lainnya termasuk emas. Oleh karena itu, penyerbuan besar investor ke perak belum terjadi!

Tampaknya masuk akal bahwa logam seperti perak, yang biasa ada di saku orang-orang untuk ongkos bus atau beli koran, entah bagaimana bisa mengubah dirinya menjadi hal yang langka. Namun kelangkaan ini nampaknya disebabkan oleh peran ganda perak yang unik.

Masuknya investor seketika ke pasar perak untuk mencari keuntungan dan pengguna industri yang ingin mencarinya untuk persediaan vital komponen manufaktur menyebabkan kelangkaan perak tersebut akan hampir pasti. Tidak ada cara produksi yang bisa mengimbangi demand ganda perak tersebut.

Sumber Nico Omer

Share