Kembali Investasi Fisik Logam Mulia Hari Ini

Cermat, berhati-hati dan jangan hanya tergiur imbal hasil tinggi, begitu prinsip dasar berinvestasi. Termasuk berinvestasi emas. Para analis menyarankan agar investor investasi ke emas fisik, meski banyak perusahaan investasi emas yang menawarkan imbal hasil tetap.

Emas-dan-Perak-Bukan-Alat-Investasi

Ibrahim, analis senior Harvest International Futures mengatakan, perusahaan investasi emas dengan sistem fixed income ini sudah ada sejak 2010, saat harga emas hampir US$ 1.900-an per ons troi. Saat itu, emas berada dalam puncak pergerakannya. Semua orang pun mengatakan emas dapat menembus US$ 2.000 per ons troi.

“Namun kenyataannya saat ini harga emas sedang terkoreksi tajam. Akhirnya perusahaan-perusahaan tersebut gagal bayar atau tidak mampu melakukan buyback,” kata Ibrahim

Calon investor harus tahu bahwa membeli emas fisik merupakan investasi jangka panjang, bukan instrumen spekulatif yang bisa diperdagangkan dalam jangka waktu pendek. Namun, Ibrahim juga menyarankan agar calon investor jeli dalam memilih penjual emas fisik.

Ia menyarankan agar emas Antam dijadikan alternatif terakhir, karena harga emas batangan Antam cukup mahal. “Sebaiknya mencari toko emas yang menjual emas batangan dengan spread yang tidak begitu jauh dengan harga pasar,” kata Ibrahim.

Selain emas, ia menyarankan agar investor melakukan diversifikasi produk ke beberapa instrumen investasi yang sesuai dengan kemampuan dan karakter investor.

Perencana Keuangan dari Finansia Consulting, Eko Endarto bilang, investor yang ingin membenamkan investasi dalam bentuk emas fisik, agar membelinya di toko, lazimnya emas tersebut diperjualbelikan. Dia juga menyarankan agar investasi bisa dilakukan dalam bentuk emas batangan atau pun koin agar investor bisa terhindar dari pengenaan biaya pembuatan dan penyusutan.

Eko menambahkan, investor bisa menyesuaikan persentase investasi emas dengan usia. Ambil contoh, untuk investor berusia kurang dari 30 tahun, porsi investasi di emas sekitar 15% dari total portofolio. Sedangkan, investor dengan usia 30 tahun – 50 tahun, porsi investasi di emas bisa sekitar 20%-25%. “Dan untuk usia di atas 50 tahun, porsi investasi 50% di emas, masih oke,” kata Eko.

Share