Koin Dirham Berubah Warna Menjadi Hitam atau Kemerah-Merahan

Investor Perak sudah mengerti tentang Koin Dirham, Koin satu ini memiliki keuntungan karena di pakai sebagai alat tender pembayaran yang paling adil. Investor Perak sering mengeluhkan Terjadinya Koin Dirham yang sering berubah Warna. Entah Menjadi Hitam atau Menjadi Kemerah-Merahan. Yuks Kita Lihat dan Simak Ulasan Mengapa Koin Dinar Dirham Islam Berubah Warna? yang di ambil dari Website Islam Hari Ini.

Dirham-IMN-Standar-Baru-1-10-oz
Ketika ada pertanyaan muncul atau kasus mengemuka di pasar? Mengapa emas atau perak menjadi kusam? Hal ini merupakan pertanyaan kritis bagi kita muslim, karena masih banyak masyarakat yang belum mempunyai pengetahuan dan praktek mengenai koin berbahan emas dan perak tersebut. Dengan hadirnya kembali dinar dan dirham Islam ini maka ilmu dan prakteknya juga akan kembali. Apabila orang melihat koin dinar atau dirham menjadi kusam atau menghitam setelah sekian lama dan tidak mengerti sebabnya, maka dapat menimbulkan pendapat atau asumsi yang tidak pada tempatnya. Oleh karena itu kami ingin membagi pengalaman ini agar ini terus berkembang menjadi lebih baik bagi kita semua.

Para Pencetak Logam Mulia di Indonesia dalam proses pencetakan juga mengikuti standar proses kerja industri logam mulia untuk pengolahan perak dan emas, dimana hal ini berkaitan erat dengan pengalaman dan kompetensi teknis kerja. Maka masyarakat perlu untuk bersama mempelajari bahwa bahan perak dan emas terkait dinar dan dirham Islam bisa bereaksi terhadap suatu kondisi lingkungan, apalagi saat ini sudah mulai digunakan dalam transaksi atau kegiatan muamalah dan pelbagai kegiatan manusia lainnya.

Emas maupun perak dapat menjadi kusam bisa disebabkan oleh berbagai macam hal, salah satunya adalah kegaraman dan keasaman pada keringat sehingga perak terutama cepat sekali menjadi kusam dan bahkan hitam. Sedangkan emas lebih sulit menjadi kusam tetapi bukan berarti akan selamanya cemerlang.

Kusam atau penghitaman juga bisa terjadi terhadap logam emas dan perak, meskipun tidak dipakai , tetapi disimpan dalam waktu lama di lemari kayu, yang mana vernis dan finishing kayunya kurang sempurna. Jenis kayu dengan finishing dan vernis bisa mempengaruhi perak atau emas cepat kusam atau hitam, karena perak mengalami oksidasi melalui bahan-bahan finishing kayu tersebut.

Kusam juga bisa saja disebabkan karena terpapar air laut (dikantongi ketika mandi di pantai misalnya), atau terpapar air yang mengandung garam atau belerang. Perak dan emas seringkali teroksidasi oleh faktor garam dan belerang.

Penyimpanan di dalam tas berbahan dasar kulit bisa juga menjadi sebab dari kusam dan hitam. Pekerjaan kulit asli biasanya menggunakan bahan-bahan yang berhubungan dengan belerang atau amoniac. Atau mungkin juga perak anda menggunakan kalung kulit. Tidak semua jenis kulit menyebabkan hitam apabila pengerjaan (penyamakan) kulitnya itu dikerjakan dengan seksama dan menghindari zat-zat yang mendorong percepatan oksidasi. Jadi bahan kulit bisa dicurigai sebagai salah satu penyebab bahan emas atau perak jadi hitam. Perak juga bereaksi dengan karet yang diikat kepadanya, sehingga timbul garis hitam.

Sedangkan jika perak sterling yang dicampur tembaga yang teralu banyak diluar standar pencampuran logam, maka perak tersebut akan menghitam dan kemerahan walaupun dimasukan ke dalam plastik pelindung.

Akan tetapi, janganlah kita cemas, karena koin perak Fine Silver apabila kedapatan menghitam dapat dengan mudah dibersihkan. Untuk mengetahui kadar perak tersebut itu fine silver atau bukan, tandanya adalah ketika dibakar kembali akan kembali menjadi putih (abu-abu), sedang sterling atau perak yang terlalu banyak dicampur logam lain ketika dibakar dia tidak akan kembali putih.